Laman

Rabu, Maret 07, 2018

Veronica Tan, Jennifer Dunn dan Perempuan-perempuan Yang (Selalu) Salah

Why is it that men can be bastards and women must wear pearls and smile? - Lynn Hecht Schafran 

 

...Perselingkuhan itu melibatkan dua pihak lho! 'Aktivitas' yang terjadi karena kesepakatan dua orang. Karena kalau satu pihak doang namanya masturbasi.
Pengakuan nih, kadang saat sedang menggunakan Instagram, saya suka mengintip akun-akun gosip sebangsanya [at]LambeTurah dan kawan-kawan. Ya, ya, saya tahu, berita yang saya konsumsi dari sana benar-benar nggak bergizi bahkan polusi bagi otak. :))

Ahem. Saya nggak sendirian kan? Semoga kita semua nggak jadi bego, ya ibu-ibu, ngintipin akun begituan. Hahaha.

Gegara akses akun-akun tersebut, saya jadi kenal istilah 'pelakor', yang kepanjangannya adalah 'perebut laki orang'. Istilah ini kayaknya sedang sering dipakai ya? Soalnya setiap jempol men-scroll pasti saya akan menemukan kata ini di media sosial mana pun. Tentunya dengan bonus drama.

Sosok pelakor ini menjadi musuh bersama para (netizen) perempuan. Dibenci setengah mampus dan dimaki-maki. Kalau bisa mungkin dibunuh, eh sorry, sudah dibunuh sih. Para netizen sudah melakukan pembunuhan karakter terhadap sosok pelakor. *Puk puk Mulan Jameela, Jennifer Dunn dan Ayu Tingting*

Kalau perempuan-perempuan lain sepertinya membenci pelakor, saya justru mengasihaninya. Nggak, bukan berarti saya mendukung perselingkuhan ya? Cuma, saya melihat ada ketidakadilan dalam (setiap) drama perselingkuhan yang saya temukan di media sosial.

Perselingkuhan itu melibatkan dua pihak lho! 'Aktivitas' yang terjadi karena kesepakatan dua orang. Karena kalau satu pihak doang namanya masturbasi. Eh oops. Jadi dalam setiap kasus perselingkuhan ini, pasti ada pelakornya, ada pula sang suami yang selingkuh. Ye kan? Nggak adil banget, lho, ketika yang babak belur hanyalah sang pelakor, sementara suami yang selingkuh aman tenteram saja. Kesyel deh lihatnya.

Anyway, masih soal selingkuh menyelingkuh (gini nih, kebanyakan micin baca Lamtur, bhahak!), beberapa lalu, jagatnet dikejutkan oleh berita tentang Ahok yang menceraikan istrinya dengan alasan perselingkuhan. Kali ini yang selingkuh adalah Veronica Tan, sang estri.

Apa yang terjadi? Apakah nasib laki-laki yang menjadi partner selingkuh Veronica Tan sama babak belurnya dengan Mulan Jameela, Jennifer Dunn dan Ayu Tingting?

Enggak dong!


Cobalah kunjungi Instagram milik Veronica Tan. Banyaklah itu komentar jahat dan tidak senonoh di sana, belum lagi opini-opini miring lain tentang ibu Vero yang bersliweran di media sosial. Yang babak belur ya Bu Vero, sosok perempuannya.

Bias bener ya penilaian masyarakat?

Anyway, kita hidup dalam masyarakat yang memiliki budaya patriarki yang kuat. Budaya ini membagi manusia  menjadi dua kelompok gender, yakni laki-laki dan perempuan. Budaya ini juga mengkonstruksi sifat dan peran kelompok gende, sehingga ujung-ujungnya menciptakan stigma dan stereotip dan melupakan bahwa pada dasarnya setiap individu itu berbeda-beda.

Laki-laki diwajarkan (bahkan diharuskan) bersifat maskulin, kuat, kekar, jantan, perkasa, kasar, agresif, mandiri dan eksploratif. Pokoknya semua yang ngehek-ngehek miliknya cowok. Sementara perempuan diharuskan bersifat halus penyabar, penyayang, keibuan, lemah lembut, emosional, lemah lembut, aseksual, penurut, tidak mandiri dan pasif. Yang manis-manis, miliknya perempuan.

Nah ketika ada perempuan yang tidak sesuai dengan konstruksi sosial tersebut, maka serta merta dia akan mendapat label 'jalang'. (Sementara ketika laki-laki yang tidak sesuai, maka ia disebut 'banci').

Masyarakat masih memberi toleransi ketika laki-laki nakal, selingkuh, seksual, agresif dan gonta-ganti pasangan alias jadi playboy. Namun, perempuan bakal dirajam kalau melakukan hal yang sama. Saya pernah membaca penelitian soal ini, dengan studi kasus film Jomblo yang diangkat dari novelnya Adhitya Mulya dengan film Virgin yang dibintangi oleh Laudya Cynthia Bella.

Perselingkuhan adalah masalah komitmen. Yang salah siapa? Ya mereka yang terlibat di dalamnya, yang tidak mampu menjaga komitmen. Tapi yang disudutkan akan selalu perempuan. Karena perempuan yang berselingkuh/menjadi selingkuhan tidak sesuai dengan konstruksi sifat dan peran gender dalam budaya patriarki. Sementara laki-laki akan bebas melenggang, karena, yaaa dianggap, wajar. Soalnya laki memang begitu, kata orang-orang.

Jadi ingat beberapa waktu yang lalu, seorang mantan mahasiswa membuat sebuah status yang bikin saya gemas. Saya lupa tepatnya seperti apa, tapi intinya, ketika terjadi satu kasus perselingkuhan, yang patut dipersalahkan adalah... sang istri. Status ini sejalan dengan beberapa anggapan yang pernah saya dengar, bahwa seorang istri itu harus piawai 'melayani' suami, supaya suami nggak jajan di luar.

Lagi-lagi yang disalahin perempuan.

Itu coba, siapa yang suka bilang 'Perempuan selalu benar'?

Salah!

Perempuan itu selalu salah!

*pukpuk perempuan*





5 komentar:

manusia abu-abu mengatakan...

aaaak toss lah sama mamamo! saya juga kezel sama perempuan perempuan yang kebawa budaya patriarki dan ikut ngehujat sesama perempuan. kezel kezel.. (btw, saya posting tulisan mirip ini juga di blog saya haha: http://separuhitam.blogspot.co.id ups jadi ngiklan hihi)

Pauline Destinugrainy mengatakan...

Suka dengan quote di kotak itu... dan yang paling sering melakukan penghakiman ya perempuan juga.

Ayu Anggarini mengatakan...

Kamu kurang kak..
Ada pelakor (perebut laki orang)
Ada pebinor (perebut bini orang) ada senior (seneng istri orang)

*korban lambe hahahahaha

Sundea Belaka mengatakan...

Pelakor.

Perempuan lagi-lagi korban.

Dea sepakat. Untuk urusan perselingkuhan emang sudut pandang suka nggak fair. Perempuan yang dituduh "pelakor" maupun yang diselingkuhin paling sering kena tuding ujung-ujungnya.

okke sepatumerah mengatakan...

@manusia abu-abu : Bhahak, ternyata kita punya kegelisahan yang sama. #TSAH!

@Pauline : yes, perempuan sering jahat sama perempuan lain. Sedih ya?

@Ayu Anggarini : yang senior baru denger... :))))

@Dea : (((Perempuan lagi-lagi korban ))) Dea mah bisa aja deh ngepaspasin kepanjangan :D