Laman

Senin, Juni 04, 2018

#Modyarhood : Beranteman Ala Anak-anak.


Wishing to be friends is quick work, but friendship is a slow ripening fruit. - Aristotle 


Eaak, belum juga posting yang lain, sudah harus posting Modyarhood. Apa blog ini ganti namanya jadi modyarhood aja gitu? :))

Sekedar mengulang, untuk yang baru dengar istilah #modyarhood, ini adalah blogging project saya bareng Puty. Intinya kami berdua akan membuat blog-post dengan tema-tema seputar motherhood, dari sudut pandang kami berdua. Lalu, kami mau mengajak ibu-ibu blogger lainnya untuk posting tulisan dengan tema yang sama. Ya tujuannya sih untuk melihat banyak variasi sudut pandang soal menjadi ibu, agar wawasan kita terus bertambah. TSAH!

Anyway, sudah ada 4 topik yang kami inisiasi, yakni : 5 Alasan Saya nggak Rajin Baca Parenting Books, Belajar Menjadi Ibu yang Waras dari GTM ,Kencan Setelah Punya Anak, dan Kerjaan Domestik : Sepele Tapi Bikin Senewen, dan yang terakhir Dari Sebel Jadi Kangen.


Temanya? Soal konflik anak-anak, terutama antarsepupu. Sudut pandang yang buibuk ambil boleh beda-beda ya, boleh nyeritain penyebab konflik antarsepupu di masa kecil, resolusinya. Belum punya anak? Mau nyeritain pengalaman zaman dulu dengan sepupu-sepupu buibuk? Boleee....

Tema ini diangkat karena sesuai dengan tema film anak-anak berjudul 'Kulari Ke Pantai.' produksi Miles Films. Karena bakal ada BANYAK hadiah berupa undangan nonton premier dan tiket menonton film ini.

Baca terus yang buibuk, supaya tahu detailnya.

....

....biasanya yang bikin konflik anak jadi panjang justru karena campur tangan ibunya. Yang berantem anak, ibu-ibu turun tangan, kemudian ibu-ibunya ikut musuhan
Saat yang paling saya tunggu-tunggu waktu kecil adalah liburan sekolah. Soalnya, dulu keluarga saya tinggal di luar Jawa dan menjadwalkan pulang kampung setahun sekali di libur sekolah ini. Saya senang banget karena liburan artinya... 'liat' kota dan ketemu sepupu-sepupu!

Dulu sih, setiap ke Bandung, saya dan keluarga menginap di rumah kakaknya nenek saya. Nah, kebetulan cucu-cucunya pun pada menginap di sana. Ada sekitar 12 anak, dari yang masih batita sampai kelas 6 SD. Jadi rame!

Saya sendiri berasal dari keluarga kecil, 'cuma' punya satu adik. Jadi ketemu dengan sepupu-sepupu ini kayak mendadak punya banyak kakak dan adik gitu. Untuk yang sudah SD (termasuk saya), hobinya kurang lebih sama, sih, baca buku, berkhayal dan main. Makanya saya seneng banget ketemu mereka. Kalau yang kecil-kecil, ya paling mainnya masih bareng orangtua masing-masing sih.

Kami adalah generasi novel-novelnya Enid Blyton. Jadi saya ingat betul, permainan yang sering kami mainkan adalah pura-pura jadi anggota Lima Sekawan yang menghadapi satu masalah yang harus dipecahkan bersama. Atau untuk yang cewek-cewek, pas malem-malem pura-pura jadi murid sekolah Mallory Towers yang sedang berpesta tengah malam.

Err, masih pada tau nggak sih seri detektif cilik novel Lima Sekawan atau Malory Towers? Kemarin pas ke toko buku sih saya liat dua buku ini masih ada, dengan cover yang tentunya beda dengan yang dulu. Untuk Lima Sekawan sila intip ini ya : https://id.wikipedia.org/wiki/Lima_Sekawan_(seri). Untuk Malory Towers : https://en.wikipedia.org/wiki/Malory_Towers.

Kedengerannya saya dan sepupu-sepupu saya klop banget ya? Pada dasarnya sih iya, tapi kalau pada mengira kami selalu hidup rukun damai dan harmonis selama liburan, ya enggak. Ada kok konfliknya, In fact, setiap hari pasti ada kejadian berantem. Ada yang pundung, ada yang musuhan, ada yang saling ngatain, ada yang nangis, bikin kubu-kubuan dukung A dan B, bahkan paling parah, ada yang berantem fisik, sampai tonjok-tonjokan dan lempar-lemparan kursi plastik. Itu saya. Eh.

Penyebab konflik? Macem-macem. Ada yang karena rebutan buku yang lagi dibaca. Ada yang ngerasa nggak adil dalam pembagian peran; ini untuk permainan Lima Sekawan ya, yang anggotanya cuma lima orang dan salah satunya itu Timmy, dalam wujud anjing peliharaan. Yang gede-gede pasti sudah nge-tek jadi Julian, Dick, George (saya!), Anne. Nah, yang umur nanggung, sudah bukan balita dan pengin ikutan, kami suruh jadi... Timmy. Dan kami perlakukan semena-mena sampai pundung. HAHAHA.

Terus baikannya gimana?

Enggak inget. beneran asli nggak inget. Tapi yang saya ingat adalah, kalau berantemnya pagi, sorenya, pas makan malem ya sudah akur lagi. Kami musuhan nggak pernah sampai 24 jam dan lucunya, pas sudah baikan, ya kondisi balik lagi seperti semula lalu nggak ada yang mengungkit-ungkit masalah yang sudah lewat.

Lalu, adakah peran orangtua dalam mendamaikan konflik kami? Kecuali untuk yang saya tonjok-tonjokan sih Enggak! Orangtua-orangtua kami selalu membiarkan kami menyelesaikan masalah sendiri, karena sebenarnya mereka pengin liburan juga. 

Anyway, biar pun konflik melulu, tapi nggak lantas bikin hubungan kami jadi renggang deh. Saya tetap menikmati bermain bersama mereka, dan saya tetap menantikan liburan sekolah, untuk bertemu mereka.

Setelah saya besar, ibu saya menceritakan alasannya tidak ikut campur dalam 'urusan' perkelahian kami. Dia bilang, pada dasarnya konflik itu baik buat anak-anak, membuat anak-anak belajar memecahkan masalah dengan orang lain, memperlakukan orang dengan adil, bekerjasama, berempati dan belajar komunikasi.

"Makanya, Mamah nggak ikut campur, kecuali yang pas kamu mau nonjok si Ria. Daripada sepupu kamu itu bonyok kan ya?"

Owkaaay....  :))))

So, conflict is actually good. Hm.

Lilo, putri saya, nggak punya pengalaman seru bareng sepupu-sepupunya sekarang, karena dia jadi yang pualing kecil di antara anak-anak seangkatannya. Bayangin, dia baru 2 tahun, sementara yang paling kecil yang di atas dia itu, sudah kelas 6 SD. Kejauhan.

Tapi, dia punya geng kok. Jadi, saya baru pindah ke rumah sendiri, setelah selama beberapa saat tinggal di pondok mertua indah. Dalam 3 bulan ini, Lilo punya empat teman yang kurang lebih seumuran lah. Paling bontot memang teteub dia, tapi jarak dengan yang lainnya ya nggak jauh-jauh amat.

Sama seperti saya dan sepupu-sepupu saya, mereka kadang klop, kadang berantem. Kalo lagi berantem, rasanya saya gatel pengin melerai, cuma saya menahan diri. Saya baru bakal turun tangan kalau sudah mulai ada adu fisik, yang sejauh ini belum pernah sih.

Saya pernah mengamati proses rekonsiliasi mereka. It's so good! Pasti akan ada satu orang yang jadi mediator. Ini yang paling tua sih, yang mencoba membujuk kedua pihak bermusuhan. Lalu mereka ngobrol. Dan, tadaa! Baikan dalam waktu paling tidak setengah jam.

Mungkin juga karena pada dasarnya anak-anak itu punya hati yang besar untuk memaafkan ya? :)

Kata ibu saya malah, biasanya yang bikin konflik anak jadi panjang justru karena campur tangan ibunya. Yang berantem anak, ibu-ibu turun tangan, kemudian ibu-ibunya ikut musuhan. Ribet. Haha.

....

Okeh, sebelum kita masuk ke cara mendapatkan hadiah, plus apa hadiahnya, kita liat cerita ringkas film ini ya :


Sam (Maisha Kanna), si anak pantai asal Rote-NTT, beserta Ibunya, Uci (Marsha Timothy), akan melakukan perjalanan darat berdua saja. Rencana perjalanan adalah dari Jakarta dengan tujuan akhir Banyuwangi, untuk menemui surfer idola Sam di pantai G-Land. 

 Namun, sehari sebelum keberangkatan, sepupu Sam, Happy (Lil’li Latisha), yang sangat berbeda dengan Sam, berulah saat kumpul keluarga di Jakarta. Di hadapan banyak orang, Happy merendahkan Sam. Ibu Happy, Kirana (Karina Suwandi) , meminta Happy ikut dalam perjalanan Sam dan Uci dengan harapan ia bisa mengenal & menghargai sepupunya lebih baik. 

Perbedaan keduanya membuat perjalanan darat dengan mobil menjadi penuh tantangan dan tidak sesuai rencana. Berbagai situasi tak terduga muncul dan berbagai karakter unik dan lucu mereka temui dalam perjalanan. Apakah Sam dan Happy akhirnya bisa saling menghargai satu sama lain?
Penasaran kan?

Untuk menambah penasaran buibuk. Ini trailer-nya


Sudah pengin ngajak anak-anak nonton nggak buibuk?

Well, no worries, karena Modyarhood kali ini mau milih 4 orang sebagai pemenang, yang masing-masing bakal dapetin 3 undangan nonton saat premiere atau screening.  Ada 12 tiket lho! Wohoo, bakal nonton duluan, sebelum filmnya diputar di bioskop! Lalu para pemenang ini bakal dapat tambahan berupa 4 buah voucher belanja untuk pemenang senilai @ IDR 250.000

Sama aja kayak ikutan modyarhood sebelum-sebelumnya

1. Tulis blog post dengan tema ini di blog buibuk.
2. Insert/embed trailer film ini  Dalam postingan buibuk.
3. Posting foto yang ngasih URL postingan buibuk dan tag/mention kami di Instagram. Jangan lupa beri tagar #Modyarhood
4. Tinggalkan komen dengan tautan ke posting buibuk di blog saya dan Puty
4. Deadline tanggal 11 Juni 2018

5 komentar:

Sundea Belaka mengatakan...

Dea ngakak pas baca bagian "Jadi Timmy" :))

Twindya Finvasiena mengatakan...

Mba, saya ikutan yaa.. ini linknya:

https://gelatikcantik.wordpress.com/2018/05/31/modyarhood-konflik-anak-di-keluarga-besar/
https://gelatikcantik.wordpress.com/2018/05/31/modyarhood-konflik-anak-anak/

Menangin saya ya mbak, hihihi :D

henny purwakanti mengatakan...

Setor mbak...
https://tulisanibunyamufa.blogspot.com/2018/05/modyarhood-serunya-punya-keluarga-besar.html

inndahbanget mengatakan...

Mbaak, saya ikutan yaa. Smoga terpilih, aamin :)

http://ceritainndah.blogspot.com/2018/06/modyarhood-anak-vs-saudara-sepupu.html

Riadini mengatakan...

Halo mba, modyahood kali ini sukses bikin saya ngisi blog yg terlantar hahaha, monggo disimak ya mba ;)

http://kolombusimba.blogspot.com/2018/06/modyarhood-persepupuan-mengenal.html?m=1